Home » » 'Kaki' Anas Urbaningrum Kian Dilumpuhkan

'Kaki' Anas Urbaningrum Kian Dilumpuhkan



Headline
Anas Urbaningrum - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: R Ferdian Andi R
Nasional - Kamis, 9 Februari 2012 | 20:32 WIB
TERKAIT
Diberdayakan oleh Terjemahan
INILAH.COM, Jakarta - Pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY Minggu (4/2/2012) lalu sama sekali tak menjadikan hingar-bingar suasana internal partai meredup. Justru, secara sistemik manuver yang muncul kian melumpuhkan 'kaki' Anas Urbaningrum.
Sikap SBY merespons kasus internal Partai Demokrat yang menegaskan tidak akan melengserkan Anas Urbaningrum dari kursinya sebelum proses hukum di Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK), nyatanya tak linier dengan praktik di lapangan.
Dalam kenyataan praktik politik di lapangan, berbagai manuver muncul dari kader partai justru tidak bisa dilepaskan dari tudingan bahwa ada'restu' dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY. Sebut saja keberadaan Forum Deklarator dan Pendiri Partai yang bakal menggelar pertemuan dengan mantan Pengurus DPC-DPD se-Indonesia periode 2001-2005. SBY dalam forum itu sebagai Dewan Pembinanya.
Meski Ventje Rumangkang, inisiator pertemuan tersebut menampik bila forum tersebut ditujukan untuk mendongkel Anas Urbaningrum, sulit ditepis resonansi politik yang muncul dalam pertemuan yang diperkirakan tak sekadar pertemuan veteran Partai Demokrat semata. Suara forum yang diinisiasi bekas Ketua Umum Partai Barisan Nasional (Barnas) ini sesuai konstitusi partai memang tidak terakomodasi.
Manuver yang terbaru, pergantian Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat dari Amir Syamsuddin kepada TB Silalahi juga dinilai sebagai upaya melumpuhkan kepemimpinan Anas Urbaningrum. "TB Silalahi untuk melumpuhkan 'bebek' yang sudah lumpuh," kata sumber INILAH.COM di internal Partai Demokrat yang memaparkan dampak politik keberadaan TB Silalahi di Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Kamis (9/2/2012).
TB Silalahi menyebutkan pihaknya akan memanggil kader-kader Partai Demokrat yang memperkeruh soliditas Partai Demokrat. "Semua yang bicara itu akan kita panggil. Tidak hanya satu orang tapi semuanya dipanggil," katanya.
Menariknya, di tengah kondisi seperti saat ini, salah satu bekas Ketua DPC Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Maringka, mengaku menerima uang Rp30 juta dan tujuh ribu dolar Amerika Serikat (AS) serta satu unit BlackBerry saat Kongres Partai Demokrat yang digelar di Bandung, akhir Mei 2010 lalu.
Pemberian uang tersebut, menurut Diana, dimaksudkan agar memilih Anas Urbaningrum dalam Kongres II Partai Demokrat. Dia mengaku siap mengembalikan uang tersebut. Hanya saja, yang bersangkutan mengaku tidak memiliki bukti penerimaan politik uang saat kongres.
Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat M Rahmad mengatakan terlalu berlebihan memakai teori konspirasi dalam melihat kondisi Partai saat ini. Menurut dia, seperti penempatan TB Silalahi sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan merupakan pilihan yang tepat. "Jadi jangan memakai kacamata konspirasi. Pak TB Silalahi guru kami," tepis Rahmad melalui saluran telepon.
Terkait keberadaan TB Silalahi sebagai Sekretaris Dewan Kehornatan Partai Demokrat, sejak Kamis (9/2/2012) pagi beredar BlackBerry Messenger (BBM) berantai yang menyebutkan tentang pemecatan Sekretaris Divisi Pembinaan Organisasi Sudewo dari posisinya. Sekadar informasi, Sudewo selama ini memang dikenal sebagai inner circle Anas Urbaningrum.
Namun saat dikonfirmaasi tentang informasi tersebut, Sudewo membantah. "Tidak ada pemanggilan oleh Dewan Kehormatan. Informasi ini sengaja disebar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Saya masih di DPP Partai Demokrat," tepis Sudewo melalui saluran telepon. [mdr]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © Nopember 2010. Belajar Politik - All Rights Reserved
Template Created by M Imron Pribadi Published by Makrifat Business Online - Offline
Proudly powered by imronpribadi